FREE SURAT VOL.29_INDONESIAN VISUAL ART ARCHIVE

April 11th, 2007 by cemeti

Surat Vol.29

10 tahun Yayasan Seni Cemeti

Surativaaseptemberdesemb_kecil_01

 





 

Dari Yayasan Seni Cemeti ke
Indonesian Visual Art Archive.
Memulai tahun anggaran baru
pada April 2007, Yayasan Seni Cemeti (YSC) akan mengubah namanya menjadi
Indonesian Visual Art Archive (IVAA). Pergantian nama ini bukanlah hanya
sekedar seperti mengganti baju semata, namun juga untuk menetapkan arah kerja
yang lebih terfokus dan terarah sebagai satu-satunya pusat riset dan
dokumentasi seni visual di Indonesia. Hal ini juga adalah berdasarkan evaluasi
proses kerja yang telah berjalan selama lebih dari tiga tahun dan sebuah proyek
penelitian internal yang diselenggarakan sendiri oleh YSC, dengan dua peneliti
Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari.

Kedua
peneliti tersebut melaksanakan penelitian atas kerja dokumentasi dan koleksi
data YSC yang telah berjalan selama 10 tahun sepanjang paruh pertama tahun
2006. Dokumen yang dihasilkan oleh penelitian tersebut disimpan sebagai
referensi internal lembaga oleh YSC, dan pengembangan tulisannya akan dibukukan
dengan judul ‘Folders: 10 tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti’ yang akan
terbit Maret 2007 ini, seiring dengan sosialisasi pergantian nama YSC menjadi
IVAA.

Surat
Vol.29 ini adalah edisi yang secara khusus kami sodorkan kepada pembaca, berisi
resume hasil penelitian bertajuk “10 tahun Dokumentasi Yayasan Seni Cemeti”.
Proyek penelitian ini kami
selenggarakan sebagai bagian dari kegiatan Bidang Dokumentasi Yayasan Seni
Cemeti (YSC). Penelitian ini dikerjakan oleh Nuraini Juliastuti dan Yuli Andari
Merdikaningtyas, keduanya adalah pegiat di Kunci Cultural Studies Center.
 

Sebagai resume, Surat ini tidak
menyodorkan hasil penelitian secara keseluruhan, khususnya di subbagian Wacana.
Pada Maret 2007 nanti YSC akan menerbitkan hasil penelitian ini dalam format
buku, dengan judul “Refleksi 10 tahun Yayasan Seni Cemeti”, yang kami siapkan
untuk memberi lebih banyak aspek bahasan tentang YSC. 

 

Lengkapi koleksi Anda dengan bendel newsletter
SURAT YSC volume 11 s.d. 20 (edisi terbatas) harga Rp 55.000,- (sudah termasuk
ongkos kirim). Bagi Anda yang berminat, silahkan memesan dengan mencantumkan
nama dan alamat lengkap via

surat
atau transfer bank yaitu ke Bank Niaga, Cab. Jl. Jendral Soedirman Yogyakarta;
a.n. Yayasan Seni Cemeti; No. Rekening 018.01.00042.003.

Dan kirimkan bukti
transfer via fax (0274) 372 095.

atau email dan
mengirimkan biaya tersebut ke YSC via wesel 

(ilustrasi Bambang toko Witjaksono)

DVD JOGJA BERHATI MURAL

March 27th, 2007 by cemeti

IVAA DVD Merchandise
—————————————————————————————————–

C-Cinema merupakan produk riset materi dokumentasi audio visual
Cemeti Art Foundation (CAF)yang bertujuan untuk mengoptimalkan kerja dokumentasi audio
visual sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat luas. Sebagian besar footage
dan foto dalam video ini menggunakan material koleksi audio visual yang telah
dikumpulkan pusat dokumentasi CAF sejak tahun 1999 – 2006 yang dikomparasi
dengan riset perkembangan seni publik (mural) di Yogyakarta

Video C-Cinema kali ini ingin memperlihatkan perkembangan seni
publik (khususnya mural kota yang ada di Yogyakarta dalam kurun waktu ‘90-an hingga sekarang.
Dalam kurun waktu hampir satu dasawarsa, mural banyak melibatkan aspek
partisipasi masyarakat secara luas dan memberi pengaruh pada kebijakan
pemerintah kota, dan seniman muda.

C-Cinema is a research product derived from audio visual
documentation materials of Cemeti Art Foundation (CAF) which aims to optimize
works of documentation in order to expand appreciation. Most of the footage and
photos in this video uses CAF documentation materials which has been gathered
since 1999-2006, compared to researces in public art (mural) growth in Yogyakarta

Jogja Berhati Mural illustrates public art growth (esp. city
murals) in Yogyakarta from the 90s up to now.
In more than a decade, murals have shown wide aspects of citizen’s
participation, which has influenced city government’s insights and young
artists

—————————————————————————————————–

Credit:
Production Supervisor: Aisyah Hilal, Farah Wardhani
Project Coordinator: Dwi Rahmanto
Research Team: Yuli Andari Merdikaningtyas, Dwi Rahmanto, Nunuk
Ambarwati
Cameramen: Opan Rinaldi, Nunuk Ambarwati, Dwi Rahmanto, Anang Saptoto
Administration: Tina Tri wahyuingsih
Artistic: Pius Sigit
Video Editor: Anang Saptoto
Translator: Pitra Ayu
Cover Designer: Everybody Love Ultraman
Soundtrack music: PUNKASILA, Airportradio

C-Cinema Production 2007

—————————————————————————————————–

DVD Rp.50.000,-
(
Harga belum termasuk ongkos kirim/exclude shipment)

information Tovic Dwi Raharjo

March 16th, 2007 by cemeti

Hayooivaa02

——————————————————————————————————————————————–
Kepada semua rekan-rekan Yayasan Seni Cemeti yang tercinta,

Seperti
yang telah diberitahukan secara informal sebelumnya, mulai April 2007
ini Yayasan Seni Cemeti/Cemeti Art Foundation berganti nama menjadi
Indonesian Visual Art Archive atau IVAA.

 

Kami
juga telah menyelenggarakan lomba logo untuk nama baru ini, dan telah
menyeleksi desain yang kami anggap paling sesuai dengan karakter, citra
serta visi-misi lembaga ini, yaitu desain yang dibuat oleh sdr. Angki
Purbandono.

 

Desain tersebut dapat dilihat pada image di bawah ini, teriring salam hangat dari kami semua di IVAA.

   

—————————————————————————————————————————————————-

keterangan
foto: TIM IVAA & FRIENDS (kiri-kanan): Pius Sigit Kuncoro (Tim
Litbang YSC, pekerja seni), Angki Purbandono (direktur ruang MES56,
Logo Contest Winner), Pitra Ayu (Koordinator Riset dan Dokumentasi
IVAA), Agustina ‘Tina’ Tri Wahyuningsih (Sekretaris YSC - Project
Manager IVAA), Tovic Dwi Rahardjo (Koordinator Perpustakaan IVAA),
Farah ‘Wawah’ Wardani (Direktur Eksekutif IVAA), Dwi ‘Duwe’ Rahmanto
(Riset & Dokumentasi IVAA), ‘Mbak Ana’ Sulistiana (Manajer
Operasional & Rumah Tangga IVAA), Eduardus ‘Edo’ Bambang (Manajer
Keuangan), Anang Saptoto (video editor), Uji ‘Hahan’ Handoko (pekerja
seni, vokalis Henky Strawberry).

   

PS:
alamat website serta kontak email kami masih akan memakai nama YSC
sampai bulan April, dan akan diberikan pengumuman selanjutnya.

   

Terima kasih dan mohon doa restunya

 

Tim IVAA

Announcement of Resignation

October 11th, 2006 by cemeti

Yogyakarta, October 11th, 2006
Dear All of Partners, Colleagues and Friends

It
is with both regret and anticipation that I submit this announcement of my
resignation, Nunuk Ambarwati, from Cemeti Art Foundation (CAF),
Yogyakarta, Indonesia, as my last position, Head of Archive and Media
Relations, effective on Sunday, October 15th, 2006. It has been
genuine pleasure working for Cemeti Art Foundation during this past four years
(I was join there since February 4th, 2002). I cannot say enough
wonderful things about CAF, about all the people I’ve encountered in my years
of service with the foundation, and especially about all of you, partners,
colleagues and friends. The work has been challenging and productive and I have
thoroughly enjoyed working with CAF’s broad members and fine staffs of
professional. My employment with CAF has been an opportunity to both learn and
to contribute. I will miss my association there. For future ongoing projects,
cooperation, collaboration with CAF, please do not hesitate contact my
replacement Miss Pitra Ayu and her assistant, Dwi Rahmanto. She
will effectively working at CAF on Wednesday, November 1st, 2006.

I
have accepted as Program Manager with Jogja Gallery [JG], a new visual art
gallery in Yogyakarta, Indonesia, which launched September 19th,
2006, as an opportunity to further my career goals and achieve growth within a
supervisory roles. 

Thank
you for allowing me to serve all of you and for providing me with any
opportunity. I appreciate having had the opportunity to work with all of CAF’s
partners, colleague and friends. It’s my hope that we will stay in touch as I
begin this new chapter in my life. Please feel free to contact me at any time
should you have any questions regarding my past work. I wish all of you and
your organization continued success in all your endeavors.

For
my future contacts, please find me at:
Personal contacts

Nunuk
Ambarwati

[add] Jalan Gamelan Kidul No 22
Yogyakarta, 55131, Indonesia
[mob] +62 81 827 7073
[e] qnansha@hotmail.com
[ym] qnansha@yahoo.com
[fs] www.friendster.com/qnansha
[blog] http://www.q-nansha.blogspot.com

Or

Office
Jogja Gallery [JG]
[add] Jalan Pekapalan No 7
Alun-alun Utara, Yogyakarta, Indonesia
[ph] +62 274 419999,
[fax] +62 274 412023
[e-1] jogjagallery@yahoo.co.id
[e-2] info@jogja-gallery.com
[http] www.jogja-gallery.com

My
best regards,
Nunuk Ambarwati

 

Mau Belajar Stencil???

August 30th, 2006 by cemeti
Dapatkan segera Video
Workshop Stencil Art
bersama Arie
Dyanto
produksi Cemeti Art Foundation
(CAF)
 

 
Video ini berisi panduan menggunakan
teknik stencil art yang dilengkapi tutorial dan dipandu oleh Arie
Dyanto. Stencil adalah proses
pengecatan atau memasukkan warna pada suatu daerah yang tercipta melalui proses
pemotongan atau pelubangan pada materi semacam, plastik, kertas atau juga metal.
Sudah sejak lama tehnik ini dipakai untuk pengulangan sebuah desain yang
diterapkan diatas, tembok, kain, batu, kayu ataupun keramik. Stencil adalah
sebuah tehnik sederhana yang acap dipakai untuk menghasilkan sebuah gambar atau
corak tertentu dari satu desain untuk diulang dengan hasil yang sama. Stencil
juga sangat membantu bagi individu yang merasa mempunyai keterbatasan dalam
skill menggambar untuk menciptakan sebuah karya seni atau lukisan foto secara
lebih realis.
 
Video ini ada dalam format VCD dan DVD
dengan rincian harga sebagai berikut:
VCD        : Rp. 25.000,- (belum
termasuk biaya pengiriman)
DVD        : Rp. 40.000,- (belum
termasuk biaya pengiriman)
 

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi
Dwi Rahmanto
 


Cemeti Art Foundation | Yayasan Seni Cemeti

Jalan Patehan
Tengah 37, Yogyakarta 55133, INDONESIA
Phone          +62 (0)274 375
247
Phone/Fax   +62 (0)274 372 095
Email             doc@cemetiartfoundation.org
                     artysc@indosat.net.id
URL              www.cemetiartfoundation.org
Opens Monday-Friday
09.00 a.m. - 05.00 p.m.

Cemeti Art Foundation (CAF) is
a non profit organization, which empowers visual arts infrastructure in
Indonesia. Its core activities are documentation, research, and education. In
implementing its programs and projects, CAF also builds networks with equal
partner, in the scope of local, regional, as well as international |
Yayasan Seni Cemeti (YSC) adalah sebuah lembaga nirlaba,
yang mendorong pemberdayaan infrastruktur seni visual di Indonesia. Bidang
utamanya adalah dokumentasi, riset, dan pendidikan. Dalam kerjanya, YSC juga
membangun jaringan kerja dengan mitra sejajar, baik dalam lingkup lokal,
regional, maupun internasional.

Cuman Rp 5000, - Buklet Gerilya Project#3

August 25th, 2006 by cemeti
SUDAH HADIR BUKLET
"GERILYA PROJECT #3"
Dapatkan segera di Yayasan Seni
Cemeti (YSC), dengan harga RP 5.000,- (Lima Ribu Rupiah)
‘JEJAK
RIANG GEMBIRA DI GERILYA PROJECT’
Buletin yang baru saja
diluncurkan ini merupakan materi dan dokumentasi dari penyelenggaraan
Gerilya Project yang dilaksanakan pada 12 Januari
hingga 2 Maret 2006 di kantor Yayasan Seni Cemeti
(YSC). Gerilya Project yang biasa kami singkat penyebutannya menjadi
G-Project adalah sebuah program pengembangan profesi
(professional development) yang YSC fasilitasi bagi kumpulan guru seni
rupa di tingkat SLTP.
 
Mengapa YSC
menganggap penting para guru seni rupa?
Ribuan siswa datang dan pergi
setiap tahunnya, namun guru lebih sebagai pihak yang tinggal dan bertemu dengan
ribuan wajah dan persoalan baru di setiap tahunnya. Ditambah lagi,
program-program pemerintah dalam hal professional development tidak
diperoleh secara merata. Maka, YSC mengundang para guru sejumlah 12 orang yang
berasal dari sekolah yang memiliki mata pelajaran (ekstrakurikuler dan/atau
intrakulikuler) untuk membentuk kelompok yang rutin bertemu, berbagi gagasan dan
pengalaman, transfer referensi baru tentang pengalaman praktis pengajaran di
sekolah. Ke-12 guru SLTP tersebut datang dari wilayah Kodya Yogyakarta,
Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunungkidul.
 
G-Project terbukti menjadi
kesempatan dan wahana bai para guru untuk rekreasi, bersenang-senang melakukan
eksperimen dengan material yang tersedia, berseloroh dengan sesama guru peserta,
bertukar pengalaman praktis di kelas dan sebagainya. [Aisyah Hilal, Direktur
Eksekutif YSC dan Penanggung jawab G-Project].
 
DAFTAR
ISI:
"Jejak Riang Gembira
di Gerilya Project"
- oleh Aisyah Hilal
Interview Aisyah
Hilal dengan Bapak Kadir
(Guru Seni Rupa SMPN 5 Banguntapan,
Bantul)
"Menjadi Guru Seni
Rupa Ternyata Susah!!"
- oleh Caroline Rika Winata
(seniman)
Instruksi manual
teknik Celup Ikat
- oleh Caroline Rika Winata
Kamera Lubang Jarum,
"Then and Now"
Kamera Lubang Jarum
"Apapun dan Siapapun Bisa"
Stencil Cut -
teks dan ilustrasi oleh Arie Dyanto (seniman)
Berkarya dengan
Gipsum -
oleh Edi Priyanto (seniman)
Kilas Balik
G-Project
Penerbit: Yayasan Seni Cemeti
(YSC), Yogyakarta, 2006

Shortwave di Indramayu

August 9th, 2006 by cemeti

Cemeti Art Foundation menyelenggarakan

“ShortWave”
Proyek riset dan tamu tinggal (residensi) di Sindang, Indramayu, Jawa Barat

10 - 24 Agustus 2006

Seniman: Wimo Ambala Bayang, Indra Ameng, dan Wedhar Riyadi

Kurator: Pius Sigit Kuncoro

Proyek ini adalah proyek yang melibatkan seniman untuk diterjunkan ke Sindang, Indramayu, Jawa Barat, untuk melakukan proyek tamu tinggal berbaur dengan masyarakat selama kurang lebih 14 hari. Di lokasi tersebut seniman akan melakukan riset singkat di mana hasilnya akan mereka tuangkan dalam karya-karya visual.

Indramayu - Sindang

Indramayu dengan ratusan ribu hektar tanah sawah yang membentang luas itu, pada tahun ini kembali menghadapi ancaman kekeringan. Sekitar dua ribuan hektar tanaman sawah telah mengalami kerusakan. Hal ini terjadi disebabkan oleh mundurnya musim tanam di beberapa kecamatan akibat banjir yang menggenang area sawah pada Februari lalu, sehingga petani harus melakukan tanam ulang. Celakanya di luar perhitungan petani, setelah tanam ulang dilakukan, hujan sudah tidak turun di bulan Juni, sehingga padi muda yang mulai tumbuh menjadi kekurangan air.

Banjir di bulan Februari dan kekeringan di bulan Juni–menunjukkan telah terjadinya perubahan iklim yang semakin ekstrem saat ini. Perubahan ini sangat berpengaruh bagi petani yang menyediakan kebutuhan utama bagi kehidupan. Hal ini memaksa pemerintah untuk mengkalkulasi kembali jumlah air dan memetakan kembali pergerakan air berdasarkan musim. Beberapa hal yang mulai dilakukan di antaranya adalah memperdalam berbagai saluran air, membuat jaring-jaring baru aliran air, dan menciptakan reservoir-reservoir baru untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan yang mungkin terjadi.

Saat ini Pemerintah Daerah Indramayu sedang melakukan pengedukan sungai Cimanuk dan menata kembali aliran-alirannya. Dalam pelaksanaannya, endapan sungai yang dikeduk dan tanah yang dikeduk untuk membuat aliran-aliran baru ini digunakan untuk mengurug tanah-tanah yang posisinya rendah atau tanah-tanah yang dirasa kurang kesuburannya. Urugan-urugan tersebut di antaranya dibuang di Kecamatan Sindang, lokasi kegiatan ShortWave. Setiap hari didapati beragam kendaraan truck yang hilir mudik membuang tanah dan endapan sungai di berbagai lokasi.

Perubahan peta air dan perubahan kontur tanah senantiasa menyebabkan perubahan peta sosial. Beberapa daerah merasa diuntungkan dan beberapa daerah merasa dirugikan. Harga tanah mulai bergerak, mobilitas penduduk mulai terjadi, dinamika sosial mengalami percepatan. Banyak orang berusaha mengambil keuntungan, pekerjaan-pekerjaan baru mulai bermunculan. Tawar-menawar telah terjadi, permainan belum usai, siapakah yang akan menjadi pemenang? …………siapakah yang akan tersisih? ….……dan siapakah yang akan dilacurkan?

Perubahan besar tentu akan terjadi, peta perkawinan akan berubah, identitas-identitas baru akan bermunculan. Mungkin tidak sehebat dahulu ketika proyek Pertamina dimulai, tetapi benang merah selalu ada, perilaku mungkin sama, tapi bentuknya yang berbeda, pemain mungkin sama, tapi permainannya yang berbeda.

Dalam Project ShortWave, seniman akan bekerja dengan para pekerja pengeruk sungai, sopir-sopir truck pengangkut tanah, dan masyarakat sekitar wilayah Sindang. Melalui mereka seniman akan mengenal kehidupan para pekerja di Indramayu, mengenal air dan lingkungan, serta memetakan perubahan sosio-kultural yang mungkin terjadi selama dan setelah proyek berlangsung.

PerformanceKlub’s Project

July 13th, 2006 by cemeti

MOVIE ON 10 - JULI 2006

PerformanceKlub’s Project


Jadwal pemutaran

SETIAP KAMIS  - Pukul: 10.00 pagi

Tempat                        : Ruang Perpustakaan Yayasan Seni Cemeti

Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta 55133

Tel +62 274 375247 dan 372095

Email doc@cemetiartfoundation.org

www.cemetiartfoundation.org

Contact persons: Dwi Rahmanto & Nunuk Ambarwati

Masih berkaitan dengan tema tentang ‘Seni Urban’, tema Cemeti Art Foundation (CAF) tahun ini, Movie on 10 bulan Juli ingin mengetengahkan proyek-proyek yang sudah dilakukan oleh komunitas PerformanceKlub. organisasi yang memfokuskan dirinya pada perkembangan performance art (PA) di Indonesia, dikelola oleh sekelompok anak muda, berdiri sejak 31 Juli 2003 di Yogyakarta. Sejak berdirinya, PerformanceKlub cukup aktif menggiatkan seni jenis ini di Yogyakarta melalui berbagai proyek dan programnya, seperti Wed Action, Ambulance, Sound Performance, Perfurbance disertai berbagai diskusi dengan topik yang berkaitan dengan PA. Walau pun belum meliputi semuanya, simak video dokumentasinya di sepanjang bulan ini.

"MOVIE on 10" merupakan program mempublikasikan koleksi dan atau produksi video/film pusat dokumentasi Cemeti Art Foundation (CAF) melalui pemutaran yang diselenggarakan secara reguler, setiap Kamis, pukul 10.00 pagi  selesai. Program Movie on 10 ini sudah dimulai sejak Juni 2004. Daftar video ini dapat diputar ulang di luar jadwal yang tersedia, jangan segan untuk menghubungi staf dokumentasi CAF agar Anda tidak melewatkan video koleksi CAF. Selamat menikmati!

Kamis, 6 Juli 2006, pukul 10.00 pagi

“Wed Action #7 – Ulang tahun I PerformanceKlub”

No 405 / DVD / Dokumentasi Cemeti Art Foundation, YK / 2004 / 26:20 menit
Wed Action singkatan dari Wednesday Action merupakan kegiatan reguler yang diselenggarakan oleh PerformanceKlub setiap hari Rabu malam di Kedai Kebun Forum Yogyakarta. Dalam kegiatan perbulannya, setiap minggu ketiga Wed Action mencoba menjadi wadah bai para performer lokal Yogyakarta dalam menyalurkan dan mengembangkan ekspresi kesenian mereka. Sayangnya Wed Action hanya sampai pada penyelenggaraan yang ke-9 tahun 2004 yang lalu.

Kamis, 13 Juli 2006, pukul 10.00 pagi

AMBULANCE - “Nasionalisme Indonesia”

No: 640 / DVD / Dokumentasi Cemeti Art Foundation, YK / 2005 / 60:08 menit


AMBULANCE sebagai nama festival tidak berarti karya-karya yang tampil harus hitam putih, an sich, artinya harus ada peristiwa/bencana, harus ada korban, tentu tidak, namun Ambulance sebagai imajinasi multi interpretasi dari peristiwa-peristiwa sosial sekitar kita, sebagai imaginasi baru untuk nama festival performance art.  Ambulance merupakan kerja sama PerformanceKlub dan Galeri Nasional Jakarta waktu itu.

TEMA; Nasionalisme Indonesia, berbanding terbalik dengan patriotisme dan nasionalisme masa setelah perang kemerdekaan hingga akhir 60-an, semua produk barat (musik dan lain-lain) dibakar, dilarang berambut panjang, bersumpah hanya ada satu nama Indonesia untuk bahasa, bangsa, nusa. Namun setelah modernisasi dan globalisasi memunculkan budaya urban di mana semua orang ingin berpindah dan bekerja di kota, desa-desa berubah menjadi kota, hutan digunduli (dibakar untuk bisnis orang tertentu), sungai kotor dengan sampah industri, banjir setiap tahun dan polusi udara, bumi tambah panas, orang seperti berlomba-lomba ingin mirip dengan apa yang dilihat di TV (replika TV luar terutama barat /Amerika.)

Kamis, 20 Juli 2006, pukul 10.00 pagi

“Perfurbance #1”

No: 570 / DVD / Dokumentasi Cemeti Art Foundation, YK / 2005 / ± 90 menit


Perfurbance adalah festival tahunan performance art yang menyentuh langsung ruang-ruang publik (masyarakat urban) di Yogyakarta. Pada penyelenggaraan pertama, tanggal 30 Maret 2005, PerformanceKlub tidak menetapkan tema khusus untuk itu. Maka terlibatlah sekitar 17 performer dengan memunculkan beragam isu tentang seni urban yang digelar baik outdoor dan indoor waktu itu.

Kamis, 27 Juli 2006, pukul 10.00 pagi

“Perfurbance #2 – Launching Industri Pendidikan di Yogyakarta”

DVD / Dokumentasi Cemeti Art Foundation, YK / 2006 / 3 keping


Pada penyelenggaraannya kedua, berlangsung 30 April 2006 lalu, Perfurbance mengangkat satu topik mengenai pendidikan dilatar belakangi seiring dengan perkembangan jaman yang notabene ditandai dengan modernisasi, berbanding lurus dengan globalisasi, liberalisasi, privatisasi; status institusi pendidikan sebagai institusi keilmuan berubah menjadi institusi industri (bisnis) pendidikan. Semua institusi berubah status menjadi perusahaan mandiri, bahkan semua institusi milik negara berubaha menjadi perusahaan negara.

-
——————————————————————————-

Cemeti Art Foundation | Yayasan Seni Cemeti

Jalan Patehan Tengah 37, Yogyakarta 55133, INDONESIA

Phone          +62 (0)274 375 247
Phone/Fax   +62 (0)274 372 095

Email             doc@cemetiartfoundation.org
                     artysc@indosat.net.id

URL              www.cemetiartfoundation.org

Opens Monday-Friday 09.00 a.m. - 05.00 p.m.

Cemeti Art Foundation (CAF) is a non profit organization, which empowers visual arts infrastructure in Indonesia. Its core activities are documentation, research, and education. In implementing its programs and projects, CAF also builds networks with equal partner, in the scope of local, regional, as well as international | Yayasan Seni Cemeti (YSC) adalah sebuah lembaga nirlaba, yang mendorong pemberdayaan infrastruktur seni visual di Indonesia. Bidang utamanya adalah dokumentasi, riset, dan pendidikan. Dalam kerjanya, YSC juga membangun jaringan kerja dengan mitra sejajar, baik dalam lingkup lokal, regional, maupun internasional.

“Katalog Pasca Event: Orde dan Order”

June 23rd, 2006 by cemeti

Dari Redaksi

‘Pameran
Berbasis Arsip’

 

SURAT
Ysc edisi kali ini dirancang sebagai katalog pasca event pameran ‘Orde
dan Order’ beserta rangkaian kegiatan pendukungnya yang diselenggarakan oleh
Yayasan Seni Cemeti (YSC). Kegiatan utamanya adalah pameran seni visual diikuti
berbagai kegiatan pendukung seperti diskusi, workshop menggambar pahlawan, lomba
penulisan esai dan pemutaran film. Seluruh rangkaian kegiatan ini diawali sejak
5 April lalu dan berakhir 3 Juni 2006.

 

Pameran
‘Orde dan Order’ berusaha menunjukkan data, arsip, materi visual dan audio
visual tentang medan pertarungan ideologis oleh penguasa (bisa pemerintah, bisa
pula pemegang modal) di Indonesia, hubungan yang terjadi antara seniman dan
penguasa, serta pola hubungan seniman-masyarakat luas-penguasa, yang keseluruhan
menggunakan seni sebagai media. Media yang digunakan dan disosialisasikan bisa
jadi sangat massal dan disadari atau tidak, telah menyentuh wilayah personal
setiap dari kita.

 

Pola
konsolidasi kekuasaa, pembentukan identitas negara-bangsa, pembangunan ekonomi,
relasi sosial-politik, kesemuanya adalah pola-pola lapisan yang selalu berulang
dalam tiap pemerintahan Indonesia, dan masing-masingnya menghasilkan ekspresi
yang bermacam-macam termasuk salah satunya adalah ekspresi dalam wujud
kebudayaan. Bagaimana kekuasaan dari masa ke masa itu bekerja dan tampil dalam
produk kerja seorang seniman atau institusi kebudayaan; bagaimana
operasionalisasi kekuasan itu bertegangan dengan nilai-nilai dalam diri seniman;
bagaimana seniman mengkonsumsi kekuasaan tersebut dan memanifestasikannya dalam
karya seni untuk selanjutnya dikonsumsi publik; bagaimana manusia-manusia ini
melakukan interpretasi atas ideologi politik kebijakan yang terus
berganti.

 

Dalam
catatan, YSC telah menyelenggarakan berbagai pameran seni rupa kontemporer yang
berangkat dari hasil workshop, riset mau pun produk seni itu sendiri, seperti
‘AWAS! Recent Art from Indonesia’ (1999-2002), ‘Tali Ikat: Fiber Connection’
(2002) dan ‘Fixing the Bridge’ (2003). Pameran ‘Orde dan Order’ ini merupakan
pameran pertama kali yang diselenggarakan oleh YSC berangkat dari arsip atau
data dokumentasi koleksi YSC. Hal ini adalah bentuk upaya YSC sebagai pusat
dokumentasi seni visual selama lebih dari 1 dasawarsa (berdiri sejak 1995) untuk
memediasikan hasil pembacaan sejarah berdasarkan arsip melalui sebuah pameran
seni visual. Dengan harapan yang tidak berlebihan kami rasa, bahwa masyarakat
lebih menyadari arti, fungsi dan pentingna ritus mendokumentasikan, yang dari
sana dapat dielaborasi menjadi berbagai output beragam alternatif dan
kemungkinan.

 

Dalam
kesempatan ini YSC mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan para rekan,
kontribusi tulisan, foto, karya seni, sumbangan gagasan, tenaga dan semangat
berbagi informasi para narasumber demi terlaksananya rangkaian kegiatan ‘Orde
dan Order’.

 

Salam
hangat,

Tim
Redaksi

 

Daftar Isi

  1. Dari
    Yayasan Seni Cemeti – Tentang ‘Orde dan Order’ oleh Aisyah
    Hilal
  2. Pengantar
    kuratorial ‘Orde dan Order’ oleh tim kurator (Pius Sigit Kuncoro dan Nuraini
    Juliastuti)
  3. ‘Pahlawan
    di Jalan-jalan’ oleh Mahatmanto
  4. ‘Ada
    Uang Abang Disayang, Tak Ada Uang Dompet Melayang’ oleh Bambang ‘Toko’
    Witjaksono
  5. ‘Satu
    Ragam Pakaian dalam Keberagaman’ oleh Primanto Nugroho
  6. ‘Menilik
    Ritual 17 Agustus-an Di Indonesia’ oleh Ronald Apriyan
  7. ‘Lamun
    Huwus Kalah Nusantara, Isun Amukti Palapa’ oleh Kurniawan Adi
  8. ‘Meski
    Terjajah Aku Tetap Merasa Merdeka!?’ Oleh Hambar Riyadi
  9. ‘Soekarno:
    Pahlawan yang (Tidak) Saya Kenal’ oleh Pitra Ayu
  10. ‘Kreativitas
    Kaum Muda dan Aplikasinya Jaman Sekarang’ oleh Jean Antunes Rudolf Zico
    Ma’u
  11. ‘Orde
    dan Order: Kuasa yang Mana?’ Oleh Nunuk Ambarwati
  12. ‘Pahlawan-pahlawan
    Alternatif’ oleh Agustina Tri Wahyuningsih

Dapatkan segera dan gratis di outlet penyebaran berikut
ini

Jakarta:
Galeri Nasional, Yayasan Ruangrupa, Galeri Lontar

Bandung:
Selasar Sunaryo Art Space, Toko Buku Kecil, Goethe
Institute

Yogyakarta:
Yayasan Seni Cemeti, Rumah Seni Cemeti, Kedai Kebun Forum, Lembaga Indonesia
Perancis, Karta Pustaka, Via Via Cafe, Kafe Deket Rumah

Semarang:
Rumah Seni Yaitu, Galeri Semarang

Malang:
Puri Art Gallery, Semar Art Gallery, Rumah Sakit Seni

Mojokerto:
SMAN Gondang (c.p. Drs. Hadi Sucipto)

Surabaya:
CCCL Surabaya, Emitan Gallery

Bali:
Biasa Art Gallery, Komaneka Art Gallery, Klinik Seni Taxu, Satelite
Bookstore

Padang:
Komunitas Seni Belanak, Yayasan Citra Budaya, Galeri
Sarasah

Medan:
Habitat Seni Lak Lak

Pontianak:
Yayasan Bidar

Palu:
Green Art House

Irian
Jaya:

Taman Budaya Irian Jaya

Daftar Kerja Seni untuk Bencana Gempa

June 22nd, 2006 by cemeti

No

Kontak person

Jenis kegiatan/tempat

1

Agus Suwage, Titarubi, Studio Biru, Forum YUK - 0818 2726 77 / 0274 450678, Ngadinegaran MJ III / No 146, Yogyakarta

Distribusi bantuan, fundraising

2

Cemeti Art House – Jalan DI Panjaitan No 41, Yogyakarta, 0274 371015

First Aid Gallery Exhibition Project

3

Cemeti Art House, Alia Swastika, Eko Nugroho, Terra Bajragosha - 0274 371015, 08174116307

Workshop teknik sablon, stensil untuk tenda TK, untuk tingkat SMP & SMA, Tegal KebonAgung, Imogiri, Bantul

4

Wimo Ambala Bayang dkk - 081558505996

Pendampingan anak (workshop dan bermain), Caben, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul (±1 bulan)

5

Irine Agrivina, Timmy Hartadi (Doing Good) dan teman-teman Singapore 0274 415511, 08121599750

Distribusi bantuan dan ‘Art Camp’

6

I Wayan Sujana Suklu & V Gallery Art for Humanity - (0361) 7425106 / 0812 398 7465

Membuat tower air di Piyungan

7

Yayasan Galang, Tejo Badut, Ketoprak Ringkes dll

Jogja Bangkit (hiburan untuk anak-anak hingga orang tua), keliling di desa-desa

8

ASPI, Enin Supriyanto (Jakarta)

+62 21 638 66753 - Fax: +62 21 638 66754

Jogja Art Relief

9

Edi Sunaryo, Bambang Toko Wtjaksono, Anusapati, Anggi Minarni

Jogja Art Relief versi Yogya

10

Via Via Cafe, Jalan Prawirotaman

(Mie Cornodeus), 0274 386557

Pameran fundrising

11

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), Agung Kurniawan - 081578532269

Art for Yogya, pameran amal untuk disumbangin

12

Mahasiswa-mahasiswa UGM, ISI, UII

KKN Alternatif

13

Rumah Sakit Seni, Tiok

Pameran

14

Posko Mahasiswa ISI, Yayan Hariansyah (Ketua BEM) - 085643193671

Distribusi bantuan dan pendampingan untuk anak-anak di sekitar posko workshop teater, workshop musik, menggambar tiap jam 3 sore bergilir

15

Samuel Indratma – 08180274426, 0274 372865, Jalan Langenarjan Lor No 29 Yogyakarta

Pendataan seniman yang kena korban gempa untuk diberi bantuan

16

Mella Jaarsma, Mie C, Steven Van Der Veken

08157943376

Tim arsitektur, membantu membangun pondasi rumah

17

FOR DOSA (Forum Doa Bersama), Miroto, Bondan Nuswantoro, Djoko Pekik

Program untuk anak-anak

18

Oscar Motulloh - 0811 8836 28 (?)

Bikin buku foto-foto gempa

19

Sidharta Auctioneer, Jakarta

Lelang seni lukis (Charity)

20

Oei Hong Djien, Heri Pemad - 08121561659

Charity night acara ‘Wedding, Art and Tobacco’, 8 Juli 2006

21

Museum Widayat, Pak Pipin - 08155024330

(?)

22

Harry Ong Wahyu, Bambang ‘Toko’ Witjaksono

Memberi pekerjaan kepada penjahit kaos

23

Primanto Nugroho, 081328328048, Pokja Merti Jogja, bagian Media dan Komunikasi Kultural, email: merti_jogja@yahoo.com.sg

Koran Senin Kemis ‘Merti Jogja’

24

Yayasan Konfiden, Tomy W. Taslim – 0818 4657 87, T.Lintang G, Jalan Kemang Utara 2B No 24, Jakarta 12730, T: 021 7196608, F: 021 7190749, email: kotaksurat@konfiden.or.id

Screening film ‘Kami, Jogja, Kita’, 8 Juli 2006 di MP Bookpoint, Jl. Puri Mutiara no. 72, Jeruk Purut, Jakarta

25

Cemeti Art Foundation/Yayasan Seni Cemeti dan Papermoon, Jalan Patehan Tengah 37 Yogyakarta, Tel 0274 375247, 372095, Ria Papermoon - 08122708012

Program ‘AkuOke!’ program pendampingan untuk anak-anak di 2 dusun, (1) Tegal KebonAgung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta (2) Sampangan, Wirokerten, Bantul selama 4 bulan sejak 9 Juni 2006

26

Sayur Asem 0274 7141179

Flyer iklan layanan masyarakat

27

Eko Nugroho + Daging Tumbuh + 5,9 SR Video Project (Chandra, Dejavu dll) - 08174116307

-   Komik edisi Peduli Gempa, informasi tentang gempa, survival guide, tips pasca gempa.

-   Kompilasi video pendek 1 menitan tentang fenomena gempa, tips mencari bantuan dan relawan, informasi yang menghibur, Sabtu, di RBTV, jam 9 malam.

28

Jogja Heritage Society

Nonton bola